Istighfar merupakan
sebuah ungkapan seorang hamba sebagai bentuk dari penyesalan dan rasa bersalah
dari dosa yang diperbuat. Didalamnya terdapat fadhilah yang sangat
banyak. Istighfar juga merupakan suatu perkara yang agung dan lebih utamanya
suatu perkara
yang patut bagi orang islam untuk menyibukkan diri dengannya.
Fadilah istighfar
sangatlah banyak dan Sebagian dari fadlilah-fadlilahnya telah di jelaskan dalam sebagian nash dan
hadist Nabi Saw.
“ Dan didalam
istighfar itu terdapat peleburan dosa, menghilangkan kesusahan, menghilangkan
keprihatinan dan menolak kesusahan. Karena sesungguhnya banyaknya susah dan
prihatin adalah banyaknya dosa, maka patutlah istighfar menjadi obatnya, begitu
juga taubat dengan sungguh-sungguh dan meminta ampunan”.
Nabi Saw. bersabda “
Barang siapa yang selalu beristighfar maka Allah akan menjadikan kebahagiaan
disetiap keprihatinan, jalan keluar dari kesusahan,dan akan memberinya rizki
dari sesuatu yang tak di sangka-sangka. (HR. Abu Daud, Nawawi, Ibnu Majah
dan Hakim)
Diceritakan dari
Ummu Ismail al-Ausiah r.a. sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda :”tidak ada
seorangpun yang bebuat dosa kecuali malaikat telah menangguhkanya selama tiga
sa’at. Apabila dia meminta ampun dari dosanya maka tidak akan ditulis dosa
tersebut dan Allah Swt. tidak akan
menyiksanya di hari kiamat. HR. al-Hakim, ia berkata hadist ini sohih isnad.
Dan sebagian dari
fadlilah istighfar (sebagaimana disebutkan dalam sarah terjemah Bukhori milik Imam
Muhammad bin Ahmad Fadlol) adalah dihapusnya dosa, di tutupnya cela, menjadi
lancar rizkinya, selamatnya akhlaq, terjaganya harta, hasilnya sesuatu yang
diinginkan, barokah harta bendanya dan dekatnya derajat dari Allah Swt., Dzat yang
membalas. Dan sesungguhnya baju yang kotor itu lebih butuh pada sabun dari pada dupa, supaya
hilang kotoran-kotoran dan legalah hati
yang ada didada. Walillahi alhamdi wal minnah.
Ada seorang lelaki
yang mengadu kepada Hasan al-Basri tentang paceklik yang menimpanya, Hasan
al-Basripun menjawab:” ber-istighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah”.
Datanglah laki-laki lain mengadukan faqirnya, belaupun menjawab:”
beristighfarlah pada Allah”. Datang juga laki-laki lain yang mengadukan tentang
dirinya yang tidak punya anak, beliaupun menjawab :”beristighfarlah pada
Alllah. Cerita diatas mengingatkan kita pada firman Allah Swt. Yang berbunyi:
فقلت
استغفروا ربكم انه كان غفارا,يرسل السماءعليكم مدرارا,ويمددكم باموال وبنين ويجعل
لكم جنا ت ويجعل لكم انهارا
[سورة
نوح, اية 10-12
Istighfar yang harus di istighfari
Istighfar kita
haruslah di istighfari, kalimat tersebut merupakan cuplikan dari perkataan
Sayyidah Robi’ah al-Adawiyah yang mungkin para pembacapun sudah pernah
mendengarnya. Alasan ini sangatlah relevan melihat banyak diantara kita yang ketika membaca
istighfarpun lalai dan tidak ingat akan apa yang sedang ia lakukan. Padahal
ketika kita membaca istighfar berarti kita sedang memohon ampun pada Allah,
berbincang dengan Allah, bermunajad dan mengharap belas kasihaNya, tapi hati
kita melayang entah kemana?.hal ini mengingatkan kita akan cerita seorang
rakyat yang memberi hadiah kepada rajanya seorang budak. Hadiah tersebut
dibalut dengan kain sutra yang halus dan berbagai perhiasan yang mewah.
Tapi ketika si raja melihatnya, ternyata
budak tersebut tangannya buntung, matanya buta sebelah, bisu, jelek dan lain
sebagainya. Nah, apakah kita akan melakukan hal yang dilakukan oleh si rakyat
tersebut?, sebagai mana kita beristighfar dengan hati yang lalai?.
Astaghfirullahal ‘adzim... laailaha illa
anta.
Astagifirullaaha minal qauli bila ‘amalin,
sekian semoga bermanfaat.
Refrensi: kitab Madza fi sya’ban biqolam Sayyid
Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani
Oleh ; Mass Kalampayan. baca juga lainnya di sini
.jpg)
Komentar
Posting Komentar