Alfiyah merupakan karya monumental dari seorang
pujangga sastra dari Andalusia, Syekh Muhammad Jamaluddin bin Abdullah
al-Andalusi. Beliau mengarang 1002
nadzom dengan sastra yang sangat indah dan sudah tidak diragukan lagi
akan barokah yang ada hingga ada yang mengatakan “ seorang pelajar ilmu nahwu jika belum belajar Alfiyah maka
belum sempurna.
Syaikhina KH. Abdullah Faqih, pernah mengatakan “
Seseorang kalau ingin membuat pondok, maka harus menguasai empat macam kitab,
yaitu Alfiyah, Fathul Mu’in, Tafsir Jalalain dan Ihya’ ulumuddin. Hal ini
menunjukkan begitu pentingnya ilmu nahwu sebagai landasan untuk memahami
berbagai kitab yang ada. Dan karena telah kita ketahui bahwa banyak sekali
kitab-kitab yang tidak terenal yanng tidak diajarkan dipesantren yang
sebenarnya sangat penting untuk dipelajari. Dan juga bisa digunakan untuk
membedakan yang mana kitab Ahlusunnah dan aliran lainnya, karena banyak sekali
kitab-kitab milik orang-orang non sunni yang menyebar yang jika tidak ditilik
dan telusuri akan menyesatkan orang banyak termasuk diri kita sendiri. Dan
sudah banyak kasus dimana kitab-kitab tersebut bisa masuk dalam perpustakaan
orang-orang sunni. Apakah ini tidak berbahaya?.
Lebih mudah
menghafal Alfiyah daripada Al-Qur’an
Penulispu masih
bingung dengan kalimat tersebut. Entah itu hanya isapan jempol atau memang
benar-benar realita. Atau hanya keluhan
dari seorang penghafal yang bingung dan stres hingga terkena “galau”.
Dalam setiap pembelajaran
terdapat sebuah cobaan
Semakin berat
bobotnya maka semakin berat pula untuk mendapatkannya. Alfiyah adalah ilmu yang
sangat barokah dan bermanfaat. Tapi entah mengapa seseorang yanng sedang
belajar Alfiah selalu mengeluh dan ada saja cobaan yang menimpanya. Bahkan
terdapat rumor yang mengatakan “ Hati-hati jika sudah menginjak jamak taksir.
Cobaan semakin berat”. Dan memang itu terbukti. Entah itu hanya sugesti atau
memang kenyataan bagi para pencari tambang emas sastra.
Cobaanya sangat beragam. Mulai dari sakit
lama, malas, galau, mendapat kesibukan lain, dan berbagai macam halangan yang
membuat para pelajar kebingungan untuk menentukan pilihan. Bagaimanakah
pendapat anda mengenai hal ini?.
Sebuah
Perjuangan
Sudah dijelaskan
bahwa semakin bobot sebuah ilmu maka semakin berat pula untuk mendapatkannya.
Termasuk Alfiyah yang tidak diragukan lagi akan barokah dan manfaatnya.
Cobaan merupakan
sebuah ujian. Pertanyaanya, tahankah kita akan setiap cobaan yang menghadang?.
Atau anda akan menganggap semua ini hanyalah omong kosong yang tidak perlu di
pedulikan. Tak ada hubungannya Alfiyah dengan perkara-perkara yang terjadi dan
tak ada ini dan itu. Pokoknya don’t send to all.
Jangan Salahkan
Alfiyah
Semua hal adalah
atas takdir Allah, jika kita memang mendapat cobaan, maka itu merupakan
takdirNya yang tidak bisa ditolak. Jangan salahkan Alfiyah jika kita sakit.
Jangan salahkan Alfiyah jika kita pusing, galau, dan berbagai perasaan lainya
yang membuat kamu semakin aneh.
Oleh Mass Kalampayan baca juga lainnya di sini

maaf mau tanya... saya pernah dengar tuh klo belajar alfiyah itu selalu ada yang perlu dikorbankan ... apakah bnar...??
BalasHapusberkorban dalam segi apa dulu......
Hapus