Temanmu Pengganti Emasmu



Seikat senyum mengembang dari ketulusan jiwa. Menyatu dalam ikatan hati yang teduh. Walau sayup-sayup, terdengar dari mata hati mereka kegalauan, rindu, dan berbagai macam perasaan yang bahkan lautan tintapun takkan mampu menggambarkannya.


Pagi itu, aku termangu dibalik jendela. Jendela yang menjadi saksi bisu atas kebersamaankudengantempat ini. Dibalik jendela itu aku melihat segerombolan santri yang sedang bercanda, tersenyum bersamadan riang. Terlihat begitu tulusnya senyum mereka hingga hatiku yang semula begitu surampun bagai mendapat secercah cahaya kehidupan.


Walau tak dapat dipungkiri jauh dilubuk hati mereka terselip rasa rindu akan rumah, keluarga dan sanak saudara. Tapi mereka seolah lupa akan itu semua. Mereka seolah mendapatkan keluarga baru, walau tak bisa menggantikan yang lama. Dan keluarga baru mereka adalah “teman”.

Dalam kitab Diwan As-Syafi’i, Imam Syafi’i menuturkan dalam sya’irnnya yang artinya kurang lebih demikian : “ Perbanyaklah teman, karena jika engkau memerlukan bantuan, keberadaan mereka mutlak dibutuhkan bagai perut dan punggung”.” Seorang yang berakal akan menganggap 1000 teman adalah sedikit, namun musuh satu itu sangat banyak”.

Dari bait diatas dapat disimpulkan bahwa semua orang memerlukan teman dalam perjalanan hidupnya. Walaupun teman sejati itu sangatlah sulit ditemukan sebagai mana syi’ir baliau yang lain “ Aku mencari teman sejati yang bisa dipercaya dengan sekuat tenagaku sepanjang masa, namun usahakku itu hanya sia-sia”.

Dan walaupun begitu, Imam Syafi’i menuturkan lagi dalam bait yang lain “ Aku bukanlah seorang yang jika tidak diperlakukan baik oleh saudaranya lalu menampakan celaan atau mencaci kehormatanya. Akan tetapi jika temanku menampakkan ketidak harmonisannya kepadaku, maka justru aku akan berusaha mengembalikan kasih sayangnya dan menyambungnya agar dia senang dan rela lagi. Berbuatlah semaumu kepadaku, aku akan selalu tabah dan bertahan. Aku adalah seseorang yang lebih berhak untuk memejamkan mataku dari kesalahan-kesalahanmu”.


Seburuk apapun teman, tetaplah ia merupakan teman. Walau telah diketahui bahwa teman sejati sangatlah jarang atau bahkan tidak ditemukan, tapi kita mutlak membutuhkannya, walau terkadang tidak seperti yang kita inginkan. Dan sekarang, sudahkah anda menemukan teman sejati anda?.

Komentar