Nabi pernah diaturi nyalatno wong mati
seng anduweni utang, beliaupun
bertanya:
“ nduwe utang opo ora iki?”.
Dijawab “ nggadah kanjeng
nabi “.
“ yo wes kono
shalatono, aku ora melok nyolati”. Jawab beliau.
Lho sampek kanjeng nabi gak kerso
nyolati.
Akhirnya ada shohabat yang mengajukan diri “ kulo
kanjeng nabi seng nanggung utange”.
“ yo, kowe seng
nanggung utange”. Setelah itu kanjeng nabi baru kerso.
Hal ini karena sangat pentingnya membayar hutang hingga seseorang
jangan sampai mati meninggalkan hutang.
Dan maka dari itu orang yang mempunyai hutang,
hartanya tidak boleh diwaris dan melaksanakan wasiat dulu sebelum membayar
hutang-hutangnya . wes faham iki?
“Nggeh…”.
Makanya jika kamu mempunyai hutang
jangan diam-diam tapi bayarlah, dan jika kamu tidak punya uang (pas-pasan).
Katakan yang sesungguhnya tentang keadaanmu. Belajarlah jadi orang yang amanah,
belajar menjadi orang yang transparan, terang-terangan, dan tidak usah
ditutup-tutupi.
Yang
Kedua.
Kalau sudah pulang dirumah jangan
seperti orang yang lepas dari penjara. Tidur tidak boleh seenaknya, kalau
sedang tidur dan waktunya sudah jama’ah kalau di gugah ya harus bangun. Atau karena tidak ada yang mengawasi,
sehingga kalian seenaknya saja tidak perduli dengan masalah ibadah, jangan
begitu. Ayo, opo seng wes mok pelajari
nok pondok iki terosno nok omah, ojo kok teros rumongso ucol teko kombong
(kandang.) koyo pitek ucol teko kombongan teros buyar rono-rene, ono seng
nggodak wadonan, ono seng mlangkring nok nduwor klurok-klurok, ono seng
nggodaki kancane rono-rene, oyok-oyo’an panganan. Pitek teko kombongan lak
biasane ngono lek isuk dicolno, yo to….
“nggeh….”.
Jangan sampai kamu semua tidak seperti
santri sehingga “wah… prei,”.
Semalaman melihat tivi, senang-senang, jangan sampai begitu. Dadi kudu ono perubahan, bedane teko pondok
karo ora iku kudu bedo. Asalnya kamu dipondok giat jama’ah, kalau bisa ya
diteruskan. Jama’ah di langgar, mesjid
utowo mushola seng parek karo kowe, sak ora-orane ojo sampek tinggal salat.
Waktunya sholat ashar, tidak ikut jama’ah terus tidak sholat, apalagi sholat
shubuh, tidur terus, terkadang tidak ikut jama’ah terus bablas gak salat. Terus diqodlo’.
Jika kamu ingat dalam artian tidak
lupa ataupun tidak tertidur, teros sampek
kepotan wektu iku doso gede, ora kok mek doso cilek. Kecuali kalau memang
kamu lupa dalam artian tidak disengaja (njarak).
Jika lupamu itu karena nonton karnaval hingga kamu lupa,bermain skak ataupun
caramboll hingga lupa shalat Dzuhur ya tidak bisa dikatakan udzur. Yang
dimaksud lupa adalah lupa yang benar-benar lupa, bukannya karena bermain
ataupun senang-senang.
“nggeh…..”.
Ayo dipondok dibiasakan jama’ah. di jaga dan diistiqomahkan, setidak-tidaknya jangan sampai
kehabisan waktu. Jika memang sangat ngantuk, ya langsung shalat sendiri terus
tidur, jangan sampai nggak sholat.
Jangan sampai ketika dirumah terus
kamu ikut-ikutan teman-temanmu. Temanmu merokok, kamu ikut merokok, jangan
sampai. Kamu dipondok dididik untuk tidak merokok, terus kamu pulang ikut dengan teman-temanmu, kemudian merokok, akhirnya
kamu dipondok ketagihan, hingga di res
(cukur) terus disuruh berdiri, jangan sampai.
jika ada anak yang dicukur karena
merokok itu saya minta jangan sampai ada. Dadi
lek ono bocah melanggar di res kerono roko’an iku sak temene atiku nelongso,
tapi yo pie maneh wong pancene iki wes aturane pondok, melanggar yo dikon
ngadek. Dan jangan sampai ada kejadian ketika liburan ada anak yang
senang-senang, jalan-jalan kesana kemari, bersepedah bersama teman-temannya,
hingga terjadilah kecelakaan seperti yang sudah-sudah, jangan sampai. Ojo sampek ono kejadian ngono yo…, mugo-mugo
diparingi selamet kabeh…….
“amiin….”.
Pesanku jika kamu diajak teman-temanmu
dirumah, terus kamu diajak jalan-jalan kesana-kemari bersama mereka yang tidak
pernah mondok, atau pengalaman dipondok, atau tidak mempunyai budipekertinya
santri yang berada dipondok, kamu jangan sampai ikut. Nanti malah akhlaqmu yang
telah kau bina telah di pelajari selama dipondok menjadi rusak. Makanya kenapa tidak boleh libur lama-lama dirumah itu karena
kuatir jika kamu dirumah, kemudian tingkah laku dan budipekertimu berubah.
Bulan
puasa diwajibkan harus kembali. Senajan
riwa-riwi tapi ora tahu sue nok omah. preine kapan, kemis to?.
“Nggeeh….”.
“koe muleh kemis?”.
“nggeeh….”.
Kurang
satu hari harus sudah berada dipondok. Jangan sampai besok puasa tapi sekarang
baru datang. Sukur kalau kurang dua hari sudah datang. Jangan sampai
berlama-lama dirumah hingga puasa tidak kembali, sampai syawal baru datang
(sampai 2 bulan). Hal ini kadang kadang yang menjadikan terpengaruh terhadap
lingkungan atau teman-teman yang dulu sebelum mondok akhirnya berat untuk
kembali kepondok atau pekerti yang telah dipelajari dipondok seterusnya akan
rusak. Jadi ketika bulan puasa tetap diwajibkan untuk kembali, walaupun dipertengahan
puasa akan pulang lagi, jadi separoh dipondok, separoh dirumah. Atau syukur
jika bisa dipondok sampai akhir, kemudian syawal kembali kerumah.
Yang Ketiga (jangan merokok dan ikut
teman-teman berakhlaq buruk).
Di zaman sekarang banyak sekali
bocah-bocah SMP pamit belajat tapi malah minum-minuman keras, ono seng sampek nggunakno piel, pel koplo…,
opo pel koplo iku?.......

Komentar
Posting Komentar