Bocah Ajaib Dari Afrika Timur

Ribuan orang dari berbagai agama yang telah berkumpul di lapangan agaknya sudah mulai tak sabar menantikan bocah yang begitu menelisik telinga mereka. Keajaiban yang beredar dari mulut-ke mulut begitu cepat menyebar.
Kisahnya terbukukan

Ya, bocah itu memang ajaib, di usianya yang baru menginjak 1,5 tahun saja ia sudah hafal seluruh Al-Qur’an dan dan sudah menunaikan shalat lima waktu. Bahkan ia mampu menguasai 5 bahasa diusianya yang baru lima tahun. Di usia itulah ia mulai melakukan safari dakwah dan berhasil mengislamkan hingga ribuan orang.
Adalah Syarifuddin Khalifah, bocah kelahiran Arusha, Tanzania (Sebuah Negara yang berada di afrika timur dengan penduduk sekitar 36 juta jiwa). Ia lahir dari ayah dan ibu yang beragama katolik. Ayahnya bernama Francis Fudinkira, sedangkan ibunya bernama Domisia Kimaro.
Kisah ini terjadi sekitar tahun 1998 M. saat penduduk Kenya menantikan kehadiran bocah tersebut. Setelah sekian lama akhirnya yang mereka nanti-nantikan telah tiba. Dengan menaiki mobil ia datang dengan pengawalan yang ketat layaknya seorang bangsawan. Ditemani Haji Maroulin ia naik keatas tenda yang telah disediakan. Masyarakat sangat gembira dan antusias menyambut kedatangan bocah tersabut. Padahal, sebagian dari mereka bukanlah orang islam. Mungkin saja mereka penasaran akan keajaiban bocah tersebut hingga ingin melihat wajah Syarifuddin Khalifah secara langsung.
Setelah beberapa saat, kini saatnya Syarifuddin Khalifah memberikan tausyiah. Ia berhenti mempermainkan tangannya dan maju menuju podium. Warga Kenya begitu kagum dengan bocah tersebut. Dengan wajah yang masih sangat lucu, ia membunyai wibawa yang sangat besar layaknya orang dewasa.
Satelah salam, membaca hamdalah serta shalawat, ia memulai tausyiahnya. Ia berkata dengan bahasa arab yang sangat fasih dan diakui oleh para ulama’ yang hadir pada saat itu. Semua orang sangat takjub bahkan, salah seorang hadirin yang beragama Kristen terbuka hatinya setelah mendengarkan ceramahnya yang mengagumkan.
Ia sangat mahir menggunakan dalil Al-Qur’an. Sesekali ia juga mengutip sebagian dari kitab agama lain untuk memperkuat hujjah-nya. Hal ini pun membuat para pendengar merenung dan memeriksa kembali kebenaran agama dan ajaran yang mereka ikuti selama ini.
            Usai ceramah, Syarifuddin Khalifah diajak oleh orang-orang Kristen untuk berdialog, ia pun menerimanya dengan senang hati. Berbagai pertanyaan tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu, mampu ia jawab dengan memuaskan hingga mereka orang-orang Kristen tersebut mau menerima islam. Akhirnya, ratusan pemeluk kristiani yang berada di sekitar Syarifuddin Khalifah pun menyatakan masuk islam. Dan dengan bersalaman pada salah satu perwakilan dari mereka, Syarifuddin Khalifah menuntun mereka untuk mengucapkan syahadat Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah”.
            Siapakah Syarifuddin Khalifah? Mengapa di usianya yang masih belia ia mampu hafal Al-Qur’an hingga menguasai lima bahasa? Bahkan, dengan pertolongan Allah SWT ia telah berhasil mengislamkan ribuan orang?.
           
Siapakah Dia?
Ia lahir pada suatu hari di bulan desember 1993 M. Ayah dan ibunya sangat bahagia akan kelahirannya. Apalagi setelah mengetahui bahwa anaknya adalah laki-laki. Bertambahlah kebahagiaan mereka. 
Di depan ribuan hadirin
 Sesuai tradisi kaum katolik, ayah dan ibu mereka pun membawa Syarifuddin kecil ke gereja untuk dibaptis. Tidak ada yang aneh ketika mereka melangkah ke gereja. Namun, begitu akan memasuki altar gereja, mereka dikejutkan oleh suara bayi mereka yang berkata “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad).
            Gemetarlah mereka, keringat dingin bercucuran di tubuh mereka. Akhirnya setelah berbincang-bincang sedikit, mereka pun mengurungkan niat dan membawa bayinya pulang kerumah.
            Awal maret tahun 1994, Syarifuddin kecil yang berumur sekitar dua bulan tidak mau  disusui ibunya. Ibunya sangat khawatir akan gizi anaknya hingga akhirnya  ia melaporkan  perkara tersebut  ke dokter, namun dokter mengatakan bahwa tidak ada kelainan dalam gizi Syarifuddin.
Ditengah kebiasaan bayi belajar mengucapkan suku kata  seperti “Ma” dan “Pa”. Syarifuddin kecil  yang saat itu berumur sekitar empat bulan malah suka berbicara aneh. Beberapa tetangga kebingungan melihat ulah bayi tersebut . Mulut bayi itu bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”( QS. al-Baqarah ayat 54). Orang-orang menjadi gaduh mendengar bayi tersebut bicara. Tapi mereka hanya diam karena mereka memang tidak tahu bahwa yang di ucapkan oleh bayi tersebut adalah kalam Allah SWT,
Setelah Dewasa Bersama Habib Ali Al-Jufri

Khawatir anaknya kerasukan setan, kedua orang tua Syarifuddin pun membawanya ke pastur, namun tetap saja  ia mengatakan hal yang biasa  ia ucapkan. Cerita bayi yang berkata aneh pun menyebar hingga pada  Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah membaca ayat itu. Abu Ayub pun langsung bersyujud syukur melihat kekuasaan Allah yang maha agung. Ia pun berkata pada kedua orang tuanya.Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah SWT,” kata Abu Ayub.


            Kedua orang tuanya masih berat untuk menerima perkataan Abu Ayub. Hingga akhirnya Abu Ayub datang untuk yang ke dua kalinya dengan membawa mushaf untuk meyakinkan keduanya. Ditengah pergolakan batin untuk beriman. Akhirnya mereka berdua pun masuk islam. Setelah itu, muncullah berbagai keajaiban yang keluar dari bayi yang lahir dari pasangan tersebut.

Sampai sekarang ia terus melakukan dakwahnya dan membunyai banyak pendukung baik dari kalangan kiai hingga para habaib.

Oleh; Mass Kalampayan (Muhammad Ichsan)     Kunjungi FB kami DI SINI

Komentar