Ribuan
orang dari berbagai agama yang telah berkumpul di lapangan agaknya sudah mulai
tak sabar menantikan bocah yang begitu menelisik telinga mereka. Keajaiban yang
beredar dari mulut-ke mulut begitu cepat menyebar.
![]() |
| Kisahnya terbukukan |
Ya, bocah itu memang ajaib, di usianya yang baru menginjak 1,5 tahun saja ia sudah hafal seluruh Al-Qur’an dan dan sudah menunaikan shalat lima waktu. Bahkan ia mampu menguasai 5 bahasa diusianya yang baru lima tahun. Di usia itulah ia mulai melakukan safari dakwah dan berhasil mengislamkan hingga ribuan orang.
Kisah ini terjadi sekitar tahun 1998 M. saat
penduduk Kenya menantikan kehadiran bocah tersebut. Setelah sekian lama
akhirnya yang mereka nanti-nantikan telah tiba. Dengan menaiki mobil ia datang
dengan pengawalan yang ketat layaknya seorang bangsawan. Ditemani Haji Maroulin ia naik keatas tenda yang telah
disediakan. Masyarakat sangat gembira dan antusias menyambut kedatangan bocah
tersabut. Padahal, sebagian dari mereka bukanlah orang islam. Mungkin saja
mereka penasaran akan keajaiban bocah tersebut hingga ingin melihat wajah Syarifuddin
Khalifah secara langsung.
Setelah
beberapa saat, kini saatnya Syarifuddin Khalifah memberikan tausyiah. Ia
berhenti mempermainkan tangannya dan maju menuju podium. Warga Kenya begitu
kagum dengan bocah tersebut. Dengan wajah yang masih sangat lucu, ia membunyai
wibawa yang sangat besar layaknya orang dewasa.
Satelah salam,
membaca hamdalah serta shalawat, ia memulai tausyiahnya. Ia
berkata dengan bahasa arab yang sangat fasih dan diakui oleh para ulama’ yang
hadir pada saat itu. Semua orang sangat takjub bahkan, salah seorang hadirin
yang beragama Kristen terbuka hatinya setelah mendengarkan ceramahnya yang
mengagumkan.
Ia
sangat mahir menggunakan dalil Al-Qur’an. Sesekali ia juga mengutip sebagian
dari kitab agama lain untuk memperkuat hujjah-nya. Hal ini pun membuat
para pendengar merenung dan memeriksa kembali kebenaran agama dan ajaran yang
mereka ikuti selama ini.
Usai ceramah, Syarifuddin Khalifah
diajak oleh orang-orang Kristen untuk berdialog, ia pun menerimanya dengan
senang hati. Berbagai pertanyaan tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab
terdahulu, mampu ia jawab dengan memuaskan hingga mereka orang-orang Kristen
tersebut mau menerima islam. Akhirnya, ratusan pemeluk kristiani yang berada di
sekitar Syarifuddin Khalifah pun menyatakan masuk islam. Dan dengan bersalaman
pada salah satu perwakilan dari mereka, Syarifuddin Khalifah menuntun mereka
untuk mengucapkan syahadat “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna
Muhammadan Rasuulullah”.
Siapakah Syarifuddin Khalifah? Mengapa
di usianya yang masih belia ia mampu hafal Al-Qur’an hingga menguasai lima
bahasa? Bahkan, dengan pertolongan Allah SWT ia telah berhasil mengislamkan
ribuan orang?.
Siapakah
Dia?
Ia lahir
pada suatu hari di bulan desember 1993 M. Ayah dan ibunya sangat bahagia akan
kelahirannya. Apalagi setelah mengetahui bahwa anaknya adalah laki-laki.
Bertambahlah kebahagiaan mereka.
![]() |
| Di depan ribuan hadirin |
Gemetarlah mereka, keringat dingin
bercucuran di tubuh mereka. Akhirnya setelah berbincang-bincang sedikit, mereka
pun mengurungkan niat dan membawa bayinya pulang kerumah.
Awal maret
tahun 1994, Syarifuddin kecil yang berumur sekitar dua
bulan tidak mau disusui ibunya. Ibunya
sangat khawatir akan gizi anaknya hingga akhirnya ia melaporkan
perkara tersebut ke dokter, namun
dokter mengatakan bahwa tidak ada kelainan dalam gizi Syarifuddin.
Ditengah
kebiasaan bayi belajar mengucapkan suku kata
seperti “Ma” dan “Pa”. Syarifuddin kecil
yang saat itu berumur sekitar empat bulan malah suka berbicara aneh.
Beberapa tetangga kebingungan melihat ulah bayi tersebut . Mulut bayi itu bergerak pelan
dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun
lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”( QS.
al-Baqarah ayat 54). Orang-orang menjadi gaduh mendengar bayi tersebut bicara.
Tapi mereka hanya diam karena mereka memang tidak tahu bahwa yang di ucapkan
oleh bayi tersebut adalah kalam Allah SWT,
![]() |
| Setelah Dewasa Bersama Habib Ali Al-Jufri |
Khawatir
anaknya kerasukan setan, kedua orang tua Syarifuddin pun membawanya ke pastur,
namun tetap saja ia mengatakan hal yang
biasa ia ucapkan. Cerita bayi yang
berkata aneh pun menyebar hingga pada
Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu
Ayub datang, Syarifuddin Khalifah membaca ayat itu. Abu Ayub pun
langsung bersyujud syukur melihat kekuasaan Allah yang maha agung. Ia pun
berkata pada kedua orang tuanya. “Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak
kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia
mengajak kalian bertaubat kepada Allah SWT,” kata Abu Ayub.
Kedua orang tuanya masih berat untuk menerima perkataan
Abu Ayub. Hingga akhirnya Abu Ayub datang untuk yang ke dua kalinya dengan
membawa mushaf untuk meyakinkan keduanya. Ditengah pergolakan batin untuk
beriman. Akhirnya mereka berdua pun masuk islam. Setelah itu, muncullah berbagai
keajaiban yang keluar dari bayi yang lahir dari pasangan tersebut.
Sampai sekarang ia terus melakukan dakwahnya dan membunyai
banyak pendukung baik dari kalangan kiai hingga para habaib.
Oleh; Mass Kalampayan (Muhammad Ichsan) Kunjungi FB kami DI SINI



Komentar
Posting Komentar