Jazirah Arabia, Mengapa Menjadi Tempat Munculnya Islam?

Allah SWT. Mengutus nabi Ibrahim dengan membawa ajaran tauhid dan menjadikannya sebagai bapak dari para nabi berikutnya.  Allah SWT. berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim” (QS. Al-Baqarah 124).
Peta

            Nabi Ibrahim mempunyai dua garis
keturunan yaitu; nabi Ishaq yang melahirkan bani Israel dan nabi Ismail yang menurunkan bangsa Arab. Pada awalnya, Allah SWT memilih bangsa Israel untuk menyebarkan firman-Nya, namun karena mereka selalu membuat kesalahan dan keras kepala, Allah pun memindah garis keturunan kenabian dari nabi Ishaq, pada nabi Ismail.

Sebuah alasan
            Bukan tanpa alasan Allah SWT. mengutus nabi Muhammad di jazirah yang gersang. Sebelum menjelaskan lebih lanjut tentang jazirah Arabia, kita akan membahas dulu beberapa hal penting sebelum beranjak ke pembahasan pokok.
            Sebelum islam datang, daerah disekitar semenanjung Arabia adalah tempat dimana khufarat dan falsafah sesat merajalela. Sayangnya, merekalah yang menguasai peradaban pada waktu itu; Persia dan Romawi.
            Persia dengan pemahamanya tentang Zoroaster yang dianut para penguasa. Diantara falsafahnya adalah mengutamakan perkawinan seorang anak dengan orang tuanya hingga pemimpin mereka yang memerintah pada abad ke 5 masehi (Yazdasir II), mengawini putri kandungnya. Dengan ajaran Mazdakia mereka menghalalkan wanita, membolehkan harta dan menjadikan manusia sebagai serikat.
            Romawi saat itu telah dikuasai oleh semangat kolonialisme. Berujung pada pertentangan agama antara Romawi disatu pihak dan Nasrani di pihak lain. Dengan kekuatan militer dan ambisi kolonial, mereka melakukan petualangan naïf demi mengembangkan agama Kristen dan mempermainkannya. Selain itu, kehidupan mereka juga tidak jauh dari Persia; kebejatan moral, kehidupan nista dan pemerasan ekonomi yang merejalela.
            Selain kedua Negara adidaya diatas juga terdapat Negara lain yang mengapit Jazairah Arabia yang mengalami degradasi moral sama. Contoh saja Yunani, dan India.
            Sementara Negara-negara disekelilingnya berlimpah dengan kemewahan dan kemajuan peradaban, Jazirah Arabia  hidup dengan tenang dari guncangan tersebut. Mereka tidak memiliki kemewahan untuk menciptakan ide dalam bentuk kemerosotan moral. Mereka juga tidak memiliki kekuatan militer untuk melakukan ekspansi ke Negara sebrang. Mereka tetap dalam ke-fitrah-an. Mereka setia, suka menolong, dermawan, mempunyai harga diri.
            Hanya saja, karena mereka hidup dalam kebodohan dan kegelapan, Mereka membunuh anak dengan alasan kesucian dan kemuliaan, memusnahkan harta kekayaan dengan dalih kedermawanan, dan membangkitkan peperangan sebagai bentuk  rasa harga diri dan kepahlawanan. Inilah dlolal (kesesatan) yang Allah SWT. sebutkan dalam firmanya “Dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Baqarah 198). Suatu sifat yang lebih menunjukkan I’tidzar (excuse) dari pada sebuah kecaman, celaan, atau hinaan, menilik zaman yang pada waktu itu yang sangat jauh dari kebenaran.

            Alasan Lain
            Ka’bah  dibangun oleh nabi Ibrahim as. Sudah sepatutnya jika Baitul Haram yang menjadi tempat lahirnya dakwah islam, yang notabenenya adalah millah Ibrahim menjadi tempat mulia dan diberkahi sebagai tempat lahirnya nabi terakhir dan munculnya agama islam. Pada waktu itu, tempat itu adalah menjadi poros dari perekonomian bangsa arab dan menjadi tempat berkumpulnya para manusia.
            Srategis
            Secara geografis Jazirah Arabia terletak tepat diantara Negara-Negara dengan umat yang sedang dilanda krisis moral. Peradaban barat dengan ke-matrealistis-annya, dan peradaban timur yang penuh hayalan semu dan ideology naïf seperti cina, india, dan sekitarnya. Letak ini juga sangat strategis untuk misi penyebaran keseluruh dunia, dimana penyebaran akan menjadi mudah dan gampang.

            Rasulullah Itu Ummi
            Jazirah Arabia adalah Negara dengan pengetahuan kurang dan peradaban yang jauh dari kemajuan. Jauh dari umat-umat lain dan kurang dari kata “terpelajar”. Bahkan, Rasulullah SAW. sendiri pun orang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis). Allah SWT. menjadikan Rasulnya sebagai orang yang ummi dengan dikelilingi orang-orang yang  ummi merupakan sebuah hikmah tersendiri dalam risalah an-nabawiyyah. Tentusaja akan terjadi keraguan jika mengetahui bahwa nabi Muhammad SAW. adalah orang terpelajar yang mengenal kitab-kitab dan sejarah umat tedahulu. Dan jika misalnya islam muncul dari Negara sekitar, dikhawatirkan akan timbul sebuah prasangka bahwa agama ini adalah hasil dari rantai sebuah kebudayaan dan hasil dari pemikiran-pemikiran yang mereka permainkan.
Allah SWT. berfirman: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi, seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mereka diajar akan kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. al-Jum’ah 02)
            Bahasa Arab adalah bahasa terbaik dengan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Sudah sepatutnya jika bahasa ini dipilih sebagai bahasa dakwah dan  sebagai media untuk menerjemahkan kalam Allah SWT. Dan sudah sepatutnya jika bahasa ini menjadi bahasa penghubung antara umat islam diseluruh dunia. Dan karena bahasa arab adalah bahasa yang tetap ada, untuk selamanya. Bahasa penghuni surga. [Mass Kalampayan]

            

Komentar