Kenapa Ada Panas Dan Dingin?

Menurut teori yang ditemukan, panas dan dingin adalah tergantung dari gerakan atom dan molekul. Sebagai contoh, atom dan molekul yang berada diudara dapat bergerak dengan bebas dan saling bertubrukan ke obyek dalam jalurnya.


Semakin cepat gerakan itu, maka suhu udara akan semakin panas/tinggi. Kalau gerakannya semakin lambat, maka kita akan merasa dingin.
            Atom dan molekul dalam benda padat dan cair tidaklah dapat bergerak dengan bebas, tapi masih dapat bergerak. Contoh saat kita menyentuh balok yang panas, tangan kita akan merasa sakit karena cepatnya getar atom yang tiba-tiba dan keras yang disampaikan pada molekul kulit ketika sentuhan terjadi. Dapat diperkirakan, atom ini mungkin bergetar satu juta kali tiap detik?!
            Sebenarnya sudah banyak percobaan yang membuktikan bahwa molekul memang bergerak secara konstan. Bahkan dibawah mikroskop, partikel air yang kecil dapat terlihat ditubruki oleh jutaan molekul yang tidak terlihat dan sedang bergerak.
Contoh Bentuk Molekul


Pada suhu es yang mencair, rata-rata molekul oksigen bergerak dengan kecepatan 420 meter per detik, dan molekul hidrogen sekitar 4 kali lebih cepat. Bahkan, dalam satu inci kubik udara, ribuan juta-juta tabrakan terjadi diantara molekul disetiap detiknya.
            Suhu panas adalah hal yang berbeda karena tergantung pada energi gerakan atom dan molekulnya. Jumlah panas dapat diukur dalam kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu satu gram air, sebanyak satu derajat. Tiap suhu sesuatu menunjukkan  tingkat energy panas miliknya yang diberikan kedalamnya. Diperkirakan, molekul ini mungkin akan diam jika berada dalam suhu 273 derajat dibawah nol. Maha suci Allah dalam segala ciptaannya, dengan segala kesempurnaannya. Allah tidak menciptakan sesuatu kecuali akan bernilai hikmah.

Komentar