Segalapuji atas semua nikmat yang
demikian agung dari Allah, Untuk mempererat hubungan kita dengan- Nya dan Rasulullah yang paling mulia dan
paling bercahaya. Hubungan erat tersebut kembali melalui keluarga beliau, dan
penerus beliau yang mulia. Dan itulah yang menjadi bekal yang tidak ada
habisnya untuk menuju akhirat.
![]() |
| Habib Umar bin Hafidz bersama KH. Abdullah Faqih |
Kemuliaan Ummat Muhammad
Kemuliaan yang akan kita
bicarakan ini adalah pembeda antara yang haq dan yang batil dan antara
kesesatan dan hidayah. Karena ini merupakan sebuah kekhususan perbedaan yang tidak ada didalam yang haq dan batil .
Apa yang mereka (orang sesat) perjuangkan tidak akan berguna didunia mau pun
akhirat. Mereka terkadang mengaku-mengaku dengan pengakuan yang tidak benar
dengan menunjukkan bahwa mereka memberikan kebaikan dan menganggap bahwa mereka
dapat memberi manfaat didalam hal-hal yang sirna.
Apa yang
mereka klaim terhadap diri mereka baik itu terjadi atau pun tidak, namun saat
menjelang sakaratul maut semua akan menjadi gugur, dan sis-sia. Alhamdulillah
kita bersyukur terhadap Allah atas anugerah yang Dia berikan kepada kita semua atas
agama, sanad , ilmu, bekal yang agung ini. Semuanya adalah untuk kita agar
meraih kerajaan yang agung.
Di dalam akal orang yang telah
diberikan cahaya oleh Allah SWT., meninggalkan kerajaan duniawi setelah dia
mampu menguasainnya. Walau pun dia dapat menguasainnya selama 1000 tahun, 2000
tahun atau 3000 tahun, dia tinggalkan itu semua untuk mengambil imbalan yang
lebih baik berupa kerajaan yang abadi disisi Allah SWT. Ia merupakan orang
sukses dan beruntung. Karenanya kita bersyukur kepada Allah karena memiliki
hubungan yang mulia ini.
Hubungan Khusus
Ini merupakan keagungan karena
selalu terhubung dengan Allah SWT. yang maha agung, abadi, mulia, dan hidup. Dan
tidak ada seseorang yang dapat meraihnya, kecuali dia mendapat anugerah Allah
yang dia dapatkan melalui nabi dan rasul. Dan para rasul tersebut telah ditutup
dengan nabi kita yang diutus kepada kita sekalian, nabi besar Muhammad SAW.,
Pemimpin sekalian nabi dan rasul. Maka sebaiknya dia tahan hingga dapat
memiliki nabi Muhammad.
Bagian yang kita dapat dari
nabi-nabi adalah nabi Muhammad, Dan beliaulah orang yang semua nabi bernaung
dibawah naungan langit dari benderanya SAW. esok dihari kiamat. Sungguh kita
bersyukur kepada Allah yang telah mengkhususkan kita dengan nabi Muhammad.
Semoga Allah berkenan mengumpulkan kita dengan Rasulullah. Mempererat hubungan
kita dengan Rasulullah. menghidupkan kita dalam membela ajarannya, mewafatkan
kita dalam ajarannya, dan menggugurkan kita dalam barisannya. Sungguh, sebuah
penyesalan bagi orang-orang yang bagian dari umat yang mulia ini, namun, ia
rela mengganti peneladanan. Dia buang
itu semua dan mengikuti kepada orang-orang yang sesat, jahat, fasiq. Ia ridlo
kepada kemungkaran, kepada pemikiran orang yang sesat, roidlo oleh hiasan
duniawi, sehingga ia rela sunnahnya Rasulullah Saw. berkurang didalam dirinya,
keluarganya, rumahnya, lingkungannya,
dan didalam semuanya.
Kalau pun kita merasa sedih
terhadap mereka, namun siapakah yang dapat menyelamatkan mereka wahai para
kekasih?, Kitalah yang memiliki peran untuk menyelamatkan mereka dan
orang-orang yang berrada di belakang mereka, yaitu orang-orang yang belum
pernah beriman sebelumnya. Dan inilah pokok dan hakikat dari risalah yang
diinginkan hingga sampai kepada kita. Ini adalah risalah dari Allah, yang
dipikul oleh nabi Muhammad. Beliau diutus oleh Allah sebagai pemberi rahmat dan
kasih sayang terhadap manusia, jin dan malaikat.
Lemahnya
Pemikiran Mereka
Sungguh yang mengutus kita
untuk memikirkan pemikiran-pemikiran yang utama dan benar itu, adalah karena
lemahnya kita dalam mengambil hakikat hakikat agama. Orang yang telah mencapai
hakikat dari pada rukun- rukun agama, hati mereka penuh dengan kasih saying ,
ta’dzim terhadap Allah, dan kepedulian
terhadap sesama hamba Allah. Merupakan sesuatu yang aneh, jika ada seseoang
yang atas nama islam, mengaku-ngaku telah mencapai hakikat islam, atau mengaku
bahwa ia adalah orang yang mempunyai peran basar dalam menyebarkan dakwah islam
atau membela islam. Namun, nas-nas dalam syari’at yang ada dalam agama,
memutuskan bahwa orang ini jauh dari tahabbub, dari mencapai terhadap
hakikat islam, iman, apalagi hakikat ihsan.
Seandainya, bentuk fisik dari
rukun-rukun islam dia jalankan, namun, kemana orang tersebut dalam konsep muslim
sejati yang disebutkan Rasulullah SAW. Dalam hadistnya, “Muslim sejati
adalah yang membuat muslim lain selamat dari gangguan lidah dan lisannya”.
Lalu kemana hakikat muslim sejati seperti itu yang timbul dari jiwa nabi
Muhammad SAW?.
Kemudian kita lihat mereka
yang mengaku membela islam, namun tidak ada dalam satu hari orang islam yang
selamat dari lidahnya. Tiap hari pasti ada orang lain yang menjadi korban
lidahnya. Lalu bentuk pembelaan apa yang ia lakukan terhadap orang islam? Tiap
hari ia caci orang islam, menggunjing, menggosip,
mengadu domba, dan mengganggu orang islam. Maka islam bagaimana yang ia aku dan
ia ajak orang lain kepadanya. Jangan-jangan ia mengajarkan senuatu yang lain.
Bukan islam yang dibawa oleh nabi Muhammad. Adapun islam yang dibawa nabi
Muhammad, bertentangan dengan pembawaan dan cara mereka.
Tunggu Kelanjutannya.... atau klik disini

Komentar
Posting Komentar