Pondok Pesantren adalah
lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang identik dengan sifat tradisional
atau lebih dikenal dengan salafi. Namun, seiring berkembangnya pemikiran dan
perubahan zaman, banyak juga dari lembaga-lembaga tersebut yang memasukkan metode
modern dalam aspek pengajaran. Hingga sering kita dengar dengan sebutan Pondok
Modern. Nah, salah satu diantara sekian ribu Pondok Pesantren yang
mengkombinasikan ajaran klasikal dan formal adalah Pondok Pesantren
Al-Ashriyyah Nurul Iman, Bogor.
![]() |
| Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman |
Sang Muassis
Pondok Pesantren Al-Ashriyyah
Nurul Iman atau lebih terkenal dengan sebutan Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman
Islamic Boarding School didirikan oleh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu
Bakar. Bersama sang istri, Umi Waheeda, beliau mendirikan pesantren saat
Indonesia sedang dilanda krisis moneter.
Beliau lahir pada tanggal 15
Agustus 2015 di daerah Dompu, Nusa Tenggara Barat. Ketika berumur 14 tahun,
beliau belajar kepada Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy di Pondok
Pesantren Darul Hadist. Selang 13 tahun, beliau belajar ke Aljazair di Masjid
Sayyidina Abbas selama 5 tahun dan i’tikaf di Madinah selama 5 tahun pula.
Kembali di Dompu, beliau
mendirikan Pon-Pes. Ar-Rahman. Tak lama berselang, beliau kemudian mendirikan
Pon-Pes Nurul Ulum di Kali Mas Madya, Surabaya, dan banyak menerima santri luar
negeri seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Afrika. Namun,
pondok tersebut akhirnya ditutup oleh Depag karena ada beberapa kesalah fahaman
dengan Mufti negara Singapura.
Beliau kemudian
pindah ke Jakarta. Krisis moneter pasca pelengseran Presiden Soeharto
berlangsung. Beliau pindah lagi ke daerah Parung, Bogor. Dan atas bantuan
dorongan seorang santri, bersama sang istri yang merupakan santri beliau di
Pon-Pes Nurul Ulum pada tahun 1987, beliau kemudian mendirikan kembali
pesantren yang diberi nama Al-Ashriyyah Nurul Iman.
![]() |
| Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bersama Umi Waheeda |
Periode Awal dan Sejarah Pesantren
Al-Ashriyyah artinya modern,
dan Nurul Iman artinya cahaya keimanan. Diharapkan pondok ini mampu menjadi
pusat pengetahuan agama dan umum secara terpadu dan modern, dan harapan bahwa
semua santri yang belajar disini akan menjadi ulama’ dengan pengetahuan agama
dan umum yang tidak lepas dari asas keimanan yang penjadi petunjuk untuk setiap
manusia.
Awal mula, para santri mukim
di asrama belakang rumah beliau yang merupakan hibah dari bapak Gembong.
Semakin lama, santri pun semakin bertambah. Akhirnya pada tanggal 16 Juni 1998,
Habib Saggaf bersama Umi Waheeda merintis pembangunan asrama pertama yang
berukuran 3x4 meter. Peletakkan batu pertama pembangunan pondok diatas lahan
seluas 17 hektar tersebut juga disaksikan para pejabat Pemda kabupaten Bogor,
dan para duta besar dari negara-negara tetangga. Seperti Arab, Brunei
Darussalam, Singapura, dan Malaysia.
Baca kelanjutannya. klik DISINI


Komentar
Posting Komentar