Abdul Qadir, “Memasyarakatkan Sholawat Dan Mensholawatkan Masyarakat”


Dia adalah Abdul Qadir, pemuda kelahiran kuningan 30 Desember 1990 M. dari pasangan Abdurrahman dan Siti Maslihah, yang telah mendedikasikan dirinya menjadi pejuang hubbun Nabi. Syi’ar untuk cinta kepada Nabi. Ia bertempat tinggal di Kuningan, Ciawi, Gebang Jawa Barat. Anak keenam dari sepuluh bersaudara.

                Sejarah mondoknya di Ponpes. Langitan adalah atas ajakan saudaranya, Dimyati, yang sekarang menempuh pendidikannya di Yaman. Sebelum ke Langitan, Abdul Qadir juga pernah sekolah di Madrasah ibtida’iyah Cipancur 1 Jawa Barat.

                Ia sangat cinta dengan sholawat karena memang dilahirkan dari keluarga yang juga cinta dengan sholawat. Perasaan yang dialaminya ketika bersholawat adalah tentram dan damai. Ia pernah menjuarai sholawat antar RT hingga Kecamatan di tempat tinggalnya, yakni juara 1. Tak heran jika ketika ia masih baru mondok, iapun langsung mendapat perhatian dari pengurus Al-Muqtashidah pada masa tersebut. Akhirnya ia diajak untuk latihan, sampai mendapat undangan dan rekaman.

                Menurut dia, sholawat di Langitan lebih menonjol dari pada di lingkungan tempat tinggalnya. Entah bagaimana itu terjadi. Karena di daerahnya orang-orang tidak mau jika hanya menggunakan alat music seperti terbang. Mereka menginginkan sesuatu yang berbeda. Yaitu dengan Marawis, Orgen ataupun lainya. “

                “ya mudah-mudahan bisa tetap selalu memajukan dan melestarikan sholawat di rumah, sebagaimana sholawatnya Habib Syech”, ungkapnya. Tokoh yang menjadi inspirasinya dalam bersholawat adalah Habib syech sendiri. “kalau tokoh yang saya contoh dalam bersholawat adalah Habib Syech”, lanjutnya.

                “kalau impian saya di rumah, mungkin akan membuat Jam’iyah sebagaimana Habib Syech”, jawabnya ketika ditanya soal rencananya ketika sudah kembali ke rumah nanti. Ia berharap, semoga orang-orang lebih suka dengan sholawat dibanding dengan lagu-lagu lainya. Satu pesannya kepada semuanya, yaitu: “kita harus bisa memasyarakatkan sholawat, dan juga harus bisa mensholawatkan masyarakat”, katanya dengan mantap.

Komentar