Ceramah Habib Umar bin Hafidz di Langitan; Mengenal Hakikat Islam, Iman, dan Ihsan Part 4



Mengenal Konsep Ihsan
Hakikat iman dan islam menjadi kuat pondasinya dengan mendapatkan ilmu dan penjelasan. Dan ilmu itu akan didapat dengan belajar pada para masyayikh, guru, orang-orang yang terpilih. Kemudian barang siapa yang telah mencapai hakikat islam dan iman, dan telah kokoh didalam hatimnya, maka ia akan mencapai pada hakikat yang ketiga, yakni hakikat ihsan. Dan ihsan merupakan jenjang pertama dari jenjang syuhud (kesaksian). Rasulullah mengungkapkan ma’na ihsan itu dengan “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau menyaksikan Allah”. Renungi ucapan nabi yang mengatakan “Seakan-akan engkau menyaksikan Allah”. Lalu bagaimana seseorang yang beribadah seolah-olah ia melihat Allah?.
 Kesaksian ini, untuk hati seseorang adalah kunci guna mendekatkan diri pada Allah. Ini bukan hanya lintasan hayalan yang tak berarti, namun perasaan yang menetap, melekat, dan tinggal dalam hati orang itu. Dan disitulah terbukanya hijab dan pintu bagi orang yang semacam ini.
Dua Pondasi
Ada dua pondasi yang jika seseorang telah melampauinya, maka akan terbukalah hijab didalam hatinya 1. Mujahadah yang dapat mengikis nafsu dan sifat tercela. 2. Menghiasi hati akan kehadiran selalu bersama Allah didalam hatinya. Dengan dua pondasi ini, akan dibukakan hijab dan pintu. Dan kita berharab semoga kita bisa mencapai daripada rukun-rukun agama ini.
Perkumpulan dan diskusi kita kali ini merupakaan untuk mengambil sebab-sebab dari pencapaian tersebut dan sebagai bertuk permohonan kepada Allah agar meraihnya. Dan permintaan kita pada Allah agar Allah menganugerahkan kita kemuliaan ini.
Melalui tangan mereka yang telah mencapai derajat hakikat, ummat baru bisa diselamatkan. Kebahagiaan didunia dan akhirat tidaklah milik siapapun, kecuali mereka yang telah mencapai hakikat  ini. Sebab pergolakan, perubahan, peralihan yang terjadi didunia ini, semua adalah ketentuan dan hikmah dari Allah SWT. namun, hasil akhir dari kemenangan, keberuntungan adalah bagi mereka yang telah mencapai hakikat-hakikat yang mulia ini.
Maka kita perlu mencurahkan perhatian besar untuk mencapai hakikat ini semua, didalam madrasah kita, pondok pesantren kita, dan wilayah kikta. Agar kita bangkit dan bergerak didalam membela dakwah yang mulia ini semata mata dengan cinta-kasihsayang dan kesungguhan didalam mencintai umat yang mulia ini.

Komentar