Mengenal Konsep Ihsan
Hakikat iman dan islam menjadi
kuat pondasinya dengan mendapatkan ilmu dan penjelasan. Dan ilmu itu akan
didapat dengan belajar pada para masyayikh, guru, orang-orang yang terpilih.
Kemudian barang siapa yang telah mencapai hakikat islam dan iman, dan telah
kokoh didalam hatimnya, maka ia akan mencapai pada hakikat yang ketiga, yakni
hakikat ihsan. Dan ihsan merupakan jenjang pertama dari jenjang syuhud
(kesaksian). Rasulullah mengungkapkan ma’na ihsan itu dengan “Engkau menyembah
Allah seolah-olah engkau menyaksikan Allah”. Renungi ucapan nabi yang
mengatakan “Seakan-akan engkau menyaksikan Allah”. Lalu bagaimana seseorang
yang beribadah seolah-olah ia melihat Allah?.
Kesaksian ini, untuk hati seseorang adalah
kunci guna mendekatkan diri pada Allah. Ini bukan hanya lintasan hayalan yang
tak berarti, namun perasaan yang menetap, melekat, dan tinggal dalam hati orang
itu. Dan disitulah terbukanya hijab dan pintu bagi orang yang semacam ini.
Dua Pondasi
Ada dua pondasi yang jika
seseorang telah melampauinya, maka akan terbukalah hijab didalam hatinya 1.
Mujahadah yang dapat mengikis nafsu dan sifat tercela. 2. Menghiasi hati akan
kehadiran selalu bersama Allah didalam hatinya. Dengan dua pondasi ini, akan
dibukakan hijab dan pintu. Dan kita berharab semoga kita bisa mencapai daripada
rukun-rukun agama ini.
Perkumpulan dan diskusi kita
kali ini merupakaan untuk mengambil sebab-sebab dari pencapaian tersebut dan
sebagai bertuk permohonan kepada Allah agar meraihnya. Dan permintaan kita pada
Allah agar Allah menganugerahkan kita kemuliaan ini.
Melalui tangan mereka yang telah
mencapai derajat hakikat, ummat baru bisa diselamatkan. Kebahagiaan didunia dan
akhirat tidaklah milik siapapun, kecuali mereka yang telah mencapai hakikat ini. Sebab pergolakan, perubahan, peralihan
yang terjadi didunia ini, semua adalah ketentuan dan hikmah dari Allah SWT.
namun, hasil akhir dari kemenangan, keberuntungan adalah bagi mereka yang telah
mencapai hakikat-hakikat yang mulia ini.
Maka kita perlu mencurahkan
perhatian besar untuk mencapai hakikat ini semua, didalam madrasah kita, pondok
pesantren kita, dan wilayah kikta. Agar kita bangkit dan bergerak didalam
membela dakwah yang mulia ini semata mata dengan cinta-kasihsayang dan
kesungguhan didalam mencintai umat yang mulia ini.

Komentar
Posting Komentar