Sebenarnya sudah lama hal ini mengganggu dan mengganjal
fikiran saya. Mau bagaimana lagi. Hal ini sepertinya sudah terlalu kaprah untuk
dibicarakan. Tapi… tatap harus disalahkan.
![]() |
| seorang pembeli. sudah tahukah ia?! |
Seperti maksud judul diatas… entah pembaca tahu atau tidak,
menyadari atau tidak, tahu dalil tentang najis atau tidak, jijik atau tidak,
saya mencoba menjelaskan salah kaprah tersebut.
Pedagang warung biasanya meletakkan begitu saja piring,
gelas, sendok, mangkok, dan peralatan lain, di laintai tanpa alas. Tentu saja
lantai itu najis. Setelah diletakkan disana, ia mencelupkannya begitu saja
kedalam baskom kecil yang sudah sangat kotor karena sudah berkali-kali
digunakan untuk mencuci. Ia hanya mengelapnya sebagai bukti kalau piring itu
sudah bersih.
![]() |
| contoh pedagang bersih |
Memang najis. Tapi masih banyak juga yang tidak mengerti
atau mungkin pura-pura tidak mengerti. Tidak peduli dengan hal tersebut. Dibiarkan
saja semuanya mengalir apa adanya. Sipembeli juga begitu. Nggak mau tahu
prosesnya. Asal nikmat, sikat aja.
![]() |
| contoh pedagang yang tidak bersih |
Nah, kita sebagai orang yang tahu haruslah mengerti. Harus diteliti
dulu. Ketika ingin makan atau jajan diluar, lihat dulu bagaimana cuci
piringanya, bagaimana… ini dan itunya… dan seterusnya, hingga perkara yang
tidak baik tidak akan masuk ke tubuh kita hingga meracuni hati yang menjadi
media nur, yang diturunkan Allah Swt.
Muhammad Ichsan



Komentar
Posting Komentar