Salah Kaprah Pedagang Warung Waktu Cuci Piring

Sebenarnya sudah lama hal ini mengganggu dan mengganjal fikiran saya. Mau bagaimana lagi. Hal ini sepertinya sudah terlalu kaprah untuk dibicarakan. Tapi… tatap harus disalahkan.
seorang pembeli. sudah tahukah ia?!
Seperti maksud judul diatas… entah pembaca tahu atau tidak, menyadari atau tidak, tahu dalil tentang najis atau tidak, jijik atau tidak, saya mencoba menjelaskan salah kaprah tersebut.

Pedagang warung biasanya meletakkan begitu saja piring, gelas, sendok, mangkok, dan peralatan lain, di laintai tanpa alas. Tentu saja lantai itu najis. Setelah diletakkan disana, ia mencelupkannya begitu saja kedalam baskom kecil yang sudah sangat kotor karena sudah berkali-kali digunakan untuk mencuci. Ia hanya mengelapnya sebagai bukti kalau piring itu sudah bersih.
contoh pedagang bersih
Memang najis. Tapi masih banyak juga yang tidak mengerti atau mungkin pura-pura tidak mengerti. Tidak peduli dengan hal tersebut. Dibiarkan saja semuanya mengalir apa adanya. Sipembeli juga begitu. Nggak mau tahu prosesnya. Asal nikmat, sikat aja.
contoh pedagang yang tidak bersih
Nah, kita sebagai orang yang tahu haruslah mengerti. Harus diteliti dulu. Ketika ingin makan atau jajan diluar, lihat dulu bagaimana cuci piringanya, bagaimana… ini dan itunya… dan seterusnya, hingga perkara yang tidak baik tidak akan masuk ke tubuh kita hingga meracuni hati yang menjadi media nur, yang diturunkan Allah Swt.


 Muhammad Ichsan

Komentar