Dibawah ini adalah cerita Nyai Sya'wanah Ishaqy, dr FB beliau, terkenang akan indahnya sirrah KH. Abdullah Faqih saat wafatnya KH. Ahmad Marzuqi Zahid sekitar tahun 2000 M.
Menjelang santri kembali ke pondok kurang satu hari, kabar duka telah menyeruak kesemua penjuru, Romo yai Ahmad marzuqi telah wafat, sedang pondok masih sepi.
Sepontan Romo Yai Faqih mengintruksikan agar santri untuk lembali, bila tidak segera kembali maka harus dita'zir, santri diharuskan ikut berkabung karna wafatnya pemangku pondok. Itulah antusias dan keikut perdulian Romo Yai Faqih dengan kapundut pamannya yaitu Romo Yai Ahmad Marzuqi.
Sepontan Romo Yai Faqih mengintruksikan agar santri untuk lembali, bila tidak segera kembali maka harus dita'zir, santri diharuskan ikut berkabung karna wafatnya pemangku pondok. Itulah antusias dan keikut perdulian Romo Yai Faqih dengan kapundut pamannya yaitu Romo Yai Ahmad Marzuqi.
Komentar
Posting Komentar