Bagai riak bergelombang
Syahdu namun menyakitkan
Seolah terkoyak
Namun inilah anugrah
Terbayang saat siraman itu mengucur
Deras tak terbendung
Mengalir
Bersama cahaya yang turun
Meruntuhkan karat
Melelehkan ego
Memecah kesombongan
Kini memori
Hanya tinggal sebuah bayangan
Membelah kerasnya hati
Menciptakan embun air mata
Meresap
Memaksa tuk diusap
Bangun!
Kembali terngiang ucapanmu
Saat lelah meringkusku dalam senyap
Kapur tulis yang kau lemparpun
Masih kusimpan
Sebagai saksi bisu
Hadirmu
Mengisi jiwa ini
Tak mungkinkah tuk terulang?
Tak mungkinkah tuk bernostalgia?
Ah, kini aku jauh di pulau sebrang
Ingin ku sapa kau dalam mimpi
Karena dari whats aap
Mana aku berani
Dan jadilah semua anganku
Hanya sebatas butiran keinginan sunyi

Komentar
Posting Komentar