Mungkin
teman-teman sudah banyak yang tahu tentang bagaimana cara membuat feature.
Dalam pertemuan seminar FKJS sebelumnya,
tentu sedikit banyak teman-teman sudah
mengetahui ciri atau karakteristik dari tulisan tersebut. Sebenarnya,
kepenulisan feature tidak jauh berbeda dengan menulis berita. Hanya saja ada
sebuah nilai tersendiri yang diselipkan agar pembaca selalu ingat akan apa yang
kita tulis dan tidak mudah lupa dengan berita yang kita sampaikan. Kepenulisan
feature lebih mirip dengan cerpen atau cerita lainnya.
Menurut
Patricia A. Wiliam, feature dapat diartikan sebagai “tulisan yang membahas
aspek menarik atau aspek lain dari suatu berita”. Hampir sama dengan berita
karena memuat hal-hal yang diambil dari peristiwa nyata, dekat dengan pembaca,
dan menarik perhatian pembaca.
Tulis Tema Aktual & Menarik
Saat
akan menulis feature, langkah awal yang harus diperhatikan adalah menentukan
tema yang aktual & menarik. Aktual dalam hal ini adalah tema yang sedang
aktual, akan aktual (seperti hari-hari besar, Munas NU, agenda-agenda besar
yang mempengaruhi terhadap kondisi nasional atau sebagainya), atau bahkan
tiba-tiba aktual (seperti gunung meletus, gempa bumi, ataupun wafatnya seorang
tokoh) sehingga menjadi perhatian utama pembaca. Lalu bagaimana cara menentukan
tema aktual tersebut?
Carilah
berita-berita yang sedang hangat dimasyarakat seperti berita-berita yang berada
di headline (halaman depan) koran-koran yang memiliki reputasi ataupun
semacamnya. Atau jika menyangkut berita dipondok, maka carilah event-event
tertentu seperti diadakannya pengajian dalam rangka menyambut hari santri sedunia
pada tanggal 22 Oktober, lomba dalam rangka menyambut 1 Muharram, atau
sebagainya. Kemudian, pilihlah satu tema yang akan menjadi ide tulisan.
Buat Tulisan yang Mempunyai Daya Tarik
Tulislah hal-hal yang
membunyai daya tarik. Hal ini bertujuan agar pembaca semakin yakin dan
penasaran dengan tulisan yang kita buat. Daya tarik tulisan berasal dari daya
tarik materi yang kita buat. Bahan tulisan akan menarik jika menyangkut hal-hal
baru, aneh, luar biasa, kontroversial, populer, menyangkut kebutuhan hidup
orang banyak, kedekatan, dan lain-lain. Bahan tulisan terdiri dari fakta,
peristiwa, gagasan, khayalan, keinginan, dan lain-lain.
Kepenulisan feature
bisa dibilang lebih mudah karena tidak terikat dengan 5 W+1 H dan terfokuskan
terhadap keindahan bahasa dalam penyampaian berita. Feature ditulis dengan
berangkat dari peristiwa nyata dan menggunakan bahasa yang indah. Adapun syarat
feature adalah harus menyentuh perasaan, menyangkut drama kehidupan, bersifat
unik dan berdampak pada pembaca.
Feature dalam Berita dan Cerita
Tidak
lengkap rasanya jika konsep diungkapkan dengan tanpa contoh. Setelah memahami
konsep membuat feature diatas, mari kita langsung beraksi dengan membuatnya!
Pesan
Santri Kota, untuk Mandiri
Santri
dengan segala rutinitas yang ada memang dituntut untuk bisa se-efesien mungkin
mengatur waktunya dengan baik. Sehingga semua kegiatan belajar bisa lebih
tertata dengan baik. Umumnya, santri mendapat kiriman dari orang tuanya agar
bisa dengan leluasa belajar ilmu agama. Agar santri tidak perlu memikirkan
biaya dan bisa belajar dengan fokus.
Namun
tidak dengan Ahmad (nama samaran). Walaupun ia dari kota, ia berkeinginan keras
untuk bisa hidup mandiri. Dengan berbagai cara ia mencukupi kehidupannya selama
dipesantren. Termasuk dengan memasakkan teman-teman seperjuangannya sehingga
biaya hidupnya bisa tercukupi dari hasil memasaknya tadi.
“Termotifasi
dari sejarah. Orang-orang besar, tidak ada dari mereka yang hidup dengan manja.
Mereka adalah orang-orang yang hidup mandiri dan tidak terpaku untuk bergantung
kepada orang lain.” Ucapnya dengan senyum yang menjadi ciri khas.
Santri
asal kota ini hidup dengan sederhana dengan berbagai hal yang apa adanya. Ia
tidak terpaku dengan hal-hal mewah. Dalam kehidupannya, ia telah menanamkan
nilai-nilai budi dalam mengolah uang. Yakni “Sekecil apapun uangnya akan cukup
bila digunakan untuk hidup, tapi sebanyak apapun uangnya, tak akan pernah cukup
jika digunakan untuk memenuhi gaya hidup.”
Sekilas
tentang masa lalunya, ia adalah orang yang penuh misteri. Tekun dan selalu
bertekad untuk berjuang. Meski dengan kesibukannya untuk menutupi biaya dari
orang tuanya, ia tetap bisa belajar dengan mencuri-curi waktu. Bahkan sejak
dulu ia telah meminta kepada kedua orang tuanya untuk tidak mengiriminya uang.
Sejak itulah ia dipercaya diberbagai kalangan.
Jika
orang lain sibuk dengan memperdulikan dirinya, tidak dengan Ahmad, ia justru
lebih memikirkan kepentingan orang lain. Bagaimana teman-temannya bisa melewati
jalan yang terbaik dalam hidupnya, bagaimana teman-temannya bisa merasakan
bahwa betapa indahnya hidup mandiri.
Muhammad
Ichsan
Santri “itu saja”

Komentar
Posting Komentar