Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman, sangat
mudah sekali berita terkini menyebar luas entah berita akurat atau hoax alias
berita bohong. Kita sendiri seringkali begitu mudah terpengaruh untuk ikut
menyebarkan berita yang terkadang -bahkan lebih sering- tidak akurat, asal baca
judul yang membuat nafsu naik dan belum sempat membaca isinya sampai selesai
langsung share padahal seringkali judul dan isi sama sekali tidak sama.
Dari sini kita bisa belajar tentang tatakrama kehidupan, dalam
menyebarkan berita tentu kita perlu beberap hal yang kita perhatikan agar kita
tidak diancam sebagai orang fasiq yang mudah menyebarkan berita tanpa
mengklarifikasi terlebih dahulu. Bukan berarti share itu secara mutlak kita
larang, tapi setidaknya ada 3 poin yang perlu Anda perhatikan:
Pertama, benarkah berita yang akan kita share benar-benar benar?.
Jangan sampai berita yang kita sebarkan adalah berita bohong yang hanya ingin
membuat ramai media sosial. Ingat!!! Anda ngeshare, Malaikat mencatat.
Kedua, perlukah berita itu kita share?. Tidak semua yang benar itu
bagus untuk disebarkan, seringkali berita yang benar itu justru membuat masalah
yang lebih besar saat kita share, berita kriminal misalkan. Meskipun benar tapi
justru membuat pembaca tergiur untuk meniru trik yang dilakukan oleh tersangka
dan membuat kita larit dalam manisnya gunjingan (Jawa: ngerasani).
Ketiga, dimana kita nge-share berita itu?. Bisa jadi berita itu
benar dan baik untuk disebarkan tapi tidak untuk semua golongan. Group WA
keluarga yang semestinya kita isi dengan silaturrahim dan hal-hal yang
berhubungan dengan keluarga Anda isi dengan berita politik yang sama sekali
tidak ada hubungannya dengan anggota keluarga group sehingga Anda menjadi orang
yang diperbincangkan oleh mereka. Sekali lagi ingat!!! Malaikat juga menulis
lho.
Di sisi lain ada kegiatan buruk yang juga perlu kita waspadai,
yaitu COPAS atau lebih lengkapnya copy-paste tanpa menyebutkan siapa penulis
artikrel, status, atau berita itu. Atau minal mencantumkan bahwa itu hasil
copas Anda, seakan-akan Anda lah penulisnya.
Hal itu merupakan sesuatu yang tidak baik sebenarnya. Oleh karena
itu, sang pemuda cerdas penemu FACEBOOK, Mark Zuckerberg, memberi tombol SHARE
/ BAGIKAN agar Anda tidak perlu berbohong dengan metode copas, cukup dengam
BAGIKAN Anda termasuk orang jujur.
As-Syekh Ahmad Asrori al-Ishaqi Surabaya dalam mukaddimah
kitabnya, Al-Muntakhobat, menyebutkan:
.... خوفا أن نكون من المسردين المثبتين الكلام الغير ولم يعزوه إليه فهم من
الغصاب أو السراق الخائنين الأمانات، فذي من أقبح القبيحات.
"Khawatir kita termasuk orang yang suka copy-paste dan
menisbatkan ucapan/tulisan orang lain kepada dirinya sendiri, bukan kepada
penulisnya, mereka adalah perampok atau pencuri yang berkhianat terhadap
amanat, dan hal ini tergolong sesuatu yang sangat buruk."
Setidaknya, dengan share kita bisa menyebarkan dakwah bukan dengan
cara menggoshob tulisan orang lain dan dikatakan tulisan kita sendiri.
Semoga kita selamat dalam melakukan dua kegiatan ini...
اللهم اجعلنا من الصادقين قولا وفعلا، ولا تجعلنا من الذين يقولون ولا
يفعلون. آمين يا رب العالمين.
M. Anwar Muhammad

Komentar
Posting Komentar